Info

  1. Informasi Tanaman Hias

    www.cactuslembang.com
    Kaktus, Sukulen, Sanseviera,Anggrek
    Melayani pengiriman paket

Rabu, 18 Februari 2009

తమను Cileungsi

Cileungsi, Kawasan Paling Berkembang
DALAM sebuah situs internet, seseorang menanyakan soal kegamangannya memilih rumah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jawabannya positif. Intinya: tak perlu takut lagi tinggal di Cileungsi.

"Kayaknya sih jauh dari Jakarta. Tapi lama-lama bakal biasa. Sekarang ini tak perlu takut tinggal di Cileungsi. Angkutan 24 jam. Ada juga feeder busway," kata seorang warga tempat tinggalnya di kawasan Cibubur yang menganggapnya masih sebagai kawasan Cileungsi.
Cileungsi dulu beda dengan sekarang. Cileungsi dulu identik dengan kawasan yang jauh dari keramaian. Hanya sebagai jalan alternatif dari Jakarta ke Bandung. Kalaupun ada Taman Buah Mekarsari, lokasi kawasan wisata itu seperti jauh berada di pelosok.
Tapi Cileungsi sekarang sudah berkembang pesat. Angkutan umum dari berbagai tempat sudah banyak yang mencapai kawasan ini, pasar tradisional pun berkembang pesat, dan jalan alternatif Cibubur-Cileungsi sebagai denyut utama kawasan ini berkembang makin ramai.
Di Cileungsi juga sudah berdiri rumah sakit besar yakni Rumah Sakit Mary. Fasilitas sekolah mulai sekolah dasar hingga sekolah lanjutan juga telah tersedia sejak lama. SPBU milik negeri jiran Petronas, selain milik Pertamina juga sudah berdiri di sini. Bahkan restoran cepat saji ternama McDonald's tak perlu lagi jauh-jauh dicari warga Cileungsi.
Nah, Taman Buah Mekarsari yang dulu identik milik keluarga Cendana pun sekarang sudah jauh berubah. Tempat wisata yang memiliki luas 264 hektar ini merupakan salah satu pusat pelestarian buah-buahan tropika terbesar di dunia. Selain menawarkan wisata alam, taman wisata ini juga menawarkan paket outbond dan pemancingan di danau yang dimilikinya. Hampir setiap hari, terutama pada akhir pekan dan hari libur, Taman Buah Mekarsari ramai pengunjung.

Daerah industri
Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Bogor Gunawan Kusumapriatna mengakui bahwa Cileungsi merupakan kawasan paling berkembang di Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut sangat berkembang karena merupakan daerah persinggungan antara Jakarta, Depok, Bekasi, Cianjur dan Krawang.
"Karena menjadi daerah persinggungan beberapa wilayah, denyut kehidupan di kawasan Cileungsi boleh dibilang tak pernah berhenti. Terlebih jika pelaksanaan jalan tol di kawasan itu terlaksana," kata Gunawan kepada Warta Kota.
Jalan tol yang dimaksud, lanjut Gunawan, akan melintasi kawasan Cengkareng, Depok, Cileungsi, dan Bekasi. "Tapi kami belum tahu kapan akan mulai dilaksanakan proyek jalan tol tersebut,'' ucap Gunawan.
Berkembangnya daerah Cileungsi, menurut Bambang, tak lepas dari banyaknya pabrik yang sudah lebih dulu berdiri. Kawasan Cileungsi yang terdiri dari 12 desa memang menjadi salah satu kawasan industri di Jabodetabek. "Sekarang selain sebagai kawasan Indutsri, Cileungsi telah menjadi kawasan perkotaan," ujar Gunawan.
Menurut Gunawan, sebagian besar perumahan yang berada di kawasan Cileungsi sudah memiliki izin dari Pemkab Bogor karena sesuai dengan site plan tata kota. Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antarawarga pendatang dan penduduk lokal, pihaknya telah meminta pihak pengembang membangun fasilitas sosial.
"Seperti pembangunan masjid yang berdekatan dengan pemukiman warga sekitar. Diharapkan masjid tersebut akan menjadi tempat berinteraksi antara warga pendatang dan penduduk sekitar perumahan," tuturnya.

Naik kelas
Berkembangnya kawasan Cileungsi berdampak langsung pada Perumahan Taman Cileungsi. Perumahan yang tadinya hanya menyediakan hunian rumah sederhana atau rumah bersubsidi itu kini juga membangun rumah kelas real estat.
"Itu memang tak bisa dipungkiri. Perumahan kami masih memiliki lahan yang luas. Masih banyak rumah yang akan kita kembangkan. Kami sekarang sedang membangun rumah real estat dengan sistem cluster," kata Ir Nitik Hening Muji Raharjo, General Manajer Pt Metropolitan Land, pengembang Perumahan Taman Cileungsi.
Sebanyak tiga sektor perumahan sudah dibangun di Taman Cileungsi yang berada di Jalan Raya Setu-Serang itu. Kini pengembang yang satu ini sedang membangun rumah di sektor keempat yang harganya sedikit lebih mahal. "Fasilitasnya tentu lebih bagus karena kelasnya juga meningkat," kata Nitik.
Perumahan Taman Cileungsi memiliki luas areal sekitar 200 hektar. Perumahan yang berdiri sejak tahun 2003 itu sudah membangun sekitar 2400 unit rumah dan sebagian besar sudah terisi. Untuk mencapai perumahan ini tidaklah sulit, selain melalui Jalan Tol Jagorawi keluar pintu tol Cibubur juga bisa melalui Pintu Tol Cibitung Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Tinggal di kawasan berkembang sangat banyak keuntungannya. Selain fasilitas publik lebih mudah, harga rumah yang sudah dibeli juga menjadi investasi yang menguntungkan," ungkat Nitik. Harga rumah di Cileungsi dipastikan tak akan turun sehingga menjadi salah satu investasi menguntungkan.
Kendaraan umum ke Cileungsi juga sudah banyak pilihan. Selain bus trans Cibubur, juga tersedia bus AC Cileungsi-Blok M, Cileungsi-Kalideres, dan Cileungsi-Senen. Sedang angkutan jarak dekat tersedia cukup banyak pula (lihat daftar angkutan umum). Jadi, tinggal di Cileungsi, mengapa tidak. (akn)

Tidak ada komentar: