Info

  1. Informasi Tanaman Hias

    www.cactuslembang.com
    Kaktus, Sukulen, Sanseviera,Anggrek
    Melayani pengiriman paket

Senin, 13 April 2009

Berkunjung ke Indonesia
Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia. Terletak di antara benua Asia dan Australia, Indonesia merupakan negara kepulauan yang beriklim tropis. Indonesia terdiri atas 17.000-an pulau-pulau yang terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Penduduk dan kebudayaannya sangat beragam, karena ada lebih dari dua ratus suku bangsa dan bahasa daerah. Ibukota Indonesia adalah Jakarta.
Ada banyak tempat-tempat wisata yang indah di Indonesia. Yang paling terkenal adalah Pulau Bali dan Kota Yogyakarta. Di Pulau Bali wisatawan bisa menikmati keindahan alam, berbagai pura yang terkenal, kerajinan tangan, dan kesenian Bali yang sangat menarik. Sementara itu, di Kota Yogyakarta wisatawan bisa berkunjung ke Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur, pantai-pantai yang indah di Gunung Kidul, atau menikmati keindahan alam lereng Gunung Merapi dari Kaliurang.
Tempat-tempat wisata terkenal lainnya di Indonesia antara lain Danau Toba di Sumatera Utara, Kota Bukittinggi di Sumatra Barat, Kota Bandung, Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat, Gunung Bromo di Jawa Timur, Bunaken di Sulawesi Utara untuk menikmati keindahan laut (khususnya terumbu karang, ikan-ikan, dan tumbuhan laut), serta Tana Toraja di Sulawesi Selatan. Bagi yang menyukai petualangan, wilayah Papua dan Kalimantan merupakan tempat yang sangat menantang. Di Papua, kita bisa menemukan hutan tropis yang masih alami dan penduduknya yang sangat tradisional. Gunung tertinggi di Indonesia, Puncak Jaya (5000 meter) terletak di Papua dan terdapat salju di puncaknya. Di Kalimantan, terdapat hutan tropis dan cagar alam untuk melindungi binatang-binatang langka. Cagar alam yang terkenal di Kalimantan adalah Tanjung Puting yang merupakan tempat untuk melestarikan orang utan.
Berkunjung ke Indonesia sangat mudah. Setiap hari ada banyak penerbangan internasional ke Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Bagi warga negara Amerika, visa kunjungan bisa didapatkan pada saat kedatangan. Karena banyaknya tempat wisata, sebaiknya Anda merencanakan dengan baik kunjungan Anda. Informasi mengenai kunjungan ke Indonesia bisa diperoleh di berbagai situs, seperti dari Departemen Pariwisata di http://www.tourismindonesia.com/
Danau Matano, Pesona Wisata Baru Yang Akan Segera Berkilau
Lihat Gambar
KapanLagi.com - Danau Matano terletak di kota kecil Sorowako, sekitar 600 km Barat Daya Makassar, Sulawesi Selatan. Tiba disana pengunjung akan disambut air danau yang membiru, nyaris tanpa riak. Air danau itu begitu jernih sehingga dasar danaunya terlihat jelas. Siapa saja yang melihatnya, serasa tidak bisa menahan diri untuk tidak terjun ke dalam air menikmati kesegaran dan jernihnya air danau ini.

Pesona danau ini begitu menggoda. Alamnya yang begitu indah dan sejuk dengan hutan yang rimbun di tepi danau. Belum lagi pengunjung bisa berenang dan berendam di sekitar Pulau Kucing. Disebut begitu karena dari kejauhan pulau di pinggiran danau itu tampak berbentuk Kucing.

Melakukan rafting di danau seluas 16.408 hektar yang terletak sekitar 600 meter di atas permukaan laut ini merupakan kegiatan wisata yang paling banyak dilakukan warga sekitar, khususnya para karyawan perusahaan nikel terbesar di dunia PT. Inco yang berada di dekat lokasi tersebut.

Bagi masyarakat di sana, berenang atau rafting sudah merupakan kegiatan rutin. Air danaunya yang jernih dan bersih bahkan dianggap lebih indah dan menarik dari kolam renang. Belakangan berita keindahan danau ini semakin menyebar, bukan warga Sorowako saja yang kerap berenang di danau yang terletak di kawasan Pegunungan Verbeek ini. Warga dari sejumlah kota di Sulawesi Selatan mulai banyak berdatangan untuk menikmati air danau yang tetap jernih meski di sekitarnya masih ada ribuan hektare lahan terbuka yang sedang atau bekas ditambang tapi belum direklamasi.

Itulah sebabnya, para karyawan PT Inco kini makin banyak membuat rakit-rakit (raft) yang terbuat dari dua potong pipa besi berdiamater sekitar 50 sampai 60 cm dengan ditutupi tenda yang ditata apik serta satu atau dua mesin pendorong di belakangnya.

Di danau ini terdapat sejumlah pantai yang cukup asyik untuk dijadikan tempat berenang seperti Pantai Ide di Pontada dan Pantai Kupu-kupu di Salonsa. Kedua pantai itu masuk dalam kawasan permukiman karyawan PT Inco, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Sorowako. Pantai Kupu-kupu lebih banyak digunakan karyawan ekspatriat PT Inco dan tamu-tamu khusus perusahaan untuk berenang atau snorkeling.

Menariknya lagi berenang di semua pantai di danau ini gratis, tidak perlu merogoh kocek sebab tidak ada pungutan retribusi. Kecuali kalau ingin menggunakan raft, harus keluar beberapa ratus ribu rupiah untuk menyewa raft satu-dua jam menyusuri danau ini.

Mulai dikembangkan

Upaya menjadikan Danau Matano sebagai salah satu obyek wisata menarik di Luwu Timur telah mulai dikembangkan dengan dukungan besar dari PT. Inco yang menambang potensi nikel di pinggiran danau itu sejak tahun 1970-an.

Pihak Inco sendiri telah membangun beberapa sarana bagi warga untuk menikmati danau itu seperti sebuah jembatan kayu yang menjorok sekitar 100 meter ke danau di Pantai Ide. Tempat ini selalu ramai dikunjungi warga, khususnya warga lokal setiap sore atau hari libur untuk berenang dan snorkeling.

Dengan panorama indah yang dikelilingi hutan perawan Pegunungan Veerbec, Danau Matano kini menjadi tujuan wisata yang memikat. Selain renang dan rafting, danau yang tenang ini juga menjadi lokasi yang tepat untuk berbagai jenis olahraga air seperti layar, ski air, kano dan menyelam. Karena itu, PT Inco dan Pemkab Luwu Timur makin gencar menggelar berbagai kegiatan wisata di danau dan sekitarnya.

Diantaranya dengan diselenggarakannya kegiatan renang terbuka Danau Matano bulan Juni 2006, hasil kerjasama PT Inco, Pemkab Lutim dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menempuh jarak 7.500 meter melintasi danau terdalam ke-8 di dunia ini. Rutenya yakni dari Desa Nuha di sebelah barat menuju Pantai Ide, Sorowako di sebelah Timur.

Danau ini tergolong istimewa karena tidak semua danau layak dijadikan ajang lomba renang perairan terbuka. Namun airnya yang tenang dan jernih karena bersumber dari ribuan mata air, membuat danau ini diberi kepercayaan menjadi tempat penyelenggaraan renang terbuka seperti halnya Danau Toba di Sumatera Utara.

Beberapa kegiatan bertaraf lokal juga rutin diselenggarakan di Sorowako seperti lomba perahu dayung dan sunday market yang diiringi dengan hiburan band dan tari-tarian tradisional daerah dan bersifat massal yang disebut modero.

Lingkungan Terjaga

Airnya yang tetap jernih telah menjadi salah bukti bahwa lingkungan di sekitar danau tetap terpelihara dengan baik, meski PT. Inco telah melakukan penambangan dan pengolahan nikel sejak hampir 40 tahun lalu di tempat ini.

Dari atas pesawat yang terbang rendah di atas danau menjelang pendaratan di Bandara Sorowako, milik perusahaan nikel itu, tampak jelas seluruh bagian danau dengan air yang membiru, tanpa sedikitpun yang kelihatan keruh atau berwarna kuning dan kecoklatan.

Padahal, di sebelah Timur danau itu, tampak pula lahan-lahan yang menganga karena sedang atau baru saja selesai ditambang, tetapi untungnya tidak sedikitpun mengalirkan air keruh ke dalam danau.

Nama Matano sendiri berasal dari Bahasa Dongi (Bahasa asli Sorowako) yang berarti mata air. Danau ini terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik, lipatan dan patahan kerak bumi yang terjadi di sekitar daerah litosfir yang membutuhkan waktu lama untuk terisi oleh air dan membentuk danau sekitar empat juta tahun yang lalu.

Di kawasan Sorowako, juga terbentuk dua danau lainnya yakni Danau Mahalona dengan kedalaman sekitar 60 meter dan Danau Towuti dengan kedalaman 200 meter. Air yang mengalir dari Danau Matano dialirkan melalui Sungai Larona ke Danau Mahalona kemudian ke Danau Towuti dan selanjutnya menuju muara melalui Sungai Malili dan berakhir di Laut Bone.

Yang paling membanggakan dari banyak keunikan danau ini adalah tidak terjadinya perubahan yang signifikan terhadap ekosistem danau sejak tahun 1930-an hingga saat ini. Karena kekhasannya itulah, beberapa ilmuwan menilai Danau Matano patut diusulkan menjadi world heritage atau warisan dunia.

Untuk menjangkau danau ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus-bus ber-AC selama sekitar 12 jam dari Makassar, ibukota Provinsi Sulsel. Bisa pula menggunakan pesawat DASH-7 berkapasitas sekitar 50 penumpang yang dicarter khusus PT. Inco untuk memperlancar aksesibilitas ke Sorowako baik untuk kepentingan perusahaan maupun masyarakat lainnya.

Penerbangan pesawat yang dikelola PT. Dirgantara Air Service (DAS) itu dilakukan sekali sehari dari Bandara Hasanuddin Makassar pukul 12.00 Wita sedangkan penerbangan dari Sorowako ke Makassar setiap pukul 06.30 Wita dengan waktu tempuh sekitar 85 menit. (*/cax)

Senin, 06 April 2009

Tips Obat Alternatif

Manfaat Tanaman & Sayuran, Tips Obat Alternatif
Mengkonsumsi produk herbal seperti Plantago dan Kumis Kucing Dr. Liza bisa memperkecil resiko terkena batu ginjal. Plantago Dr. Liza terbuat dari daun sendok yang sejak dulu sudah dikenal dan digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan saluran kencing. Kumis Kucing Dr. Liza terbuat dari 100 % daun kumis kucing. Tanaman ini telah lama dipakai sebagai peluruh batu urin dan batu ginjal. Kumis kucing bersifat anti radang dan memperlancar air seni. Kandungan ortosifonin dan garam kalium (terutama pada daunnya), merupakan komponen utama yang membantu larutnya asam urat, fosfat, dan oksalat dalam tubuh manusia, terutama dalam kandung kemih, empedu serta ginjal, sehingga dapat mencegah terjadinya endapan batu ginjal. Kalium pada kumis kucing berkhasiat diuretik (memperlancar buang air kecil) dan pelarut batu saluran kencing, sedangkan sinensetin berkhasiat antibakteri. Kandungan saponin dan tanin pada daun itu juga bisa mengobati keputihan.
Nyeri sakit batu ginjal atau juga kencing batu konon katanya seperti ada silet menyayat di perut sebelah bawah. Penderita bisa mendadak guling-gulingan di lantai menahan rasa sakit tersebut. Setelah itu biasanya kencingnya merah seperti darah. Kalau sudah begini biasanya si penderita harus menjalani operasi untuk menghancurkan atau mengikis si batu penyumbat. Memang benar, pada umumnya penderita gangguan saluran kencing merasakan kejadian seperti itu. Hal itu disebabkan adanya penyumbatan oleh batu yang bisa terjadi di saluran ureter, kandung kemih ataupun di ginjal itu sendiri.
Nyeri sakit batu ginjal atau juga kencing batu konon katanya seperti ada silet menyayat di perut sebelah bawah. Penderita bisa mendadak guling-gulingan di lantai menahan rasa sakit tersebut. Setelah itu biasanya kencingnya merah seperti darah. Kalau sudah begini biasanya si penderita harus menjalani operasi untuk menghancurkan atau mengikis si batu penyumbat. Memang benar, pada umumnya penderita gangguan saluran kencing merasakan kejadian seperti itu. Hal itu disebabkan adanya penyumbatan oleh batu yang bisa terjadi di saluran ureter, kandung kemih ataupun di ginjal itu sendiri. Mengkonsumsi produk herbal seperti Plantago dan Kumis Kucing Dr. Liza bisa memperkecil resiko terkena batu ginjal. Plantago Dr. Liza terbuat dari daun sendok yang sejak dulu sudah dikenal dan digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan saluran kencing. Tanaman ini telah lama dipakai sebagai peluruh batu urin dan batu ginjal.
Batu ureter yang gagal keluar tinggal di kandung kemih menjadi batu buli-buli. Selain rasa tidak enak, ngilu di atas kemaluan, pada pria nyeri terasa di ujung penis. Batu buli-buli yang gagal keluar, bercokol di sana dan bertambah besar, sampai tiba saatnya menimbulkan keluhan. Gejala dan keluhan batu buli-buli sering terabaikan sebab jarang menimbulkan serangan sedahsyat batu ureter. Gejala-gejalanya ialah kencing tidak lancar, kencing tersendat pada posisi berdiri, tapi lancar kalau posisi miring atau berbaring.
Batu di jaringan baru bergejala kalau sudah menekan saluran ginjal yang membuat aliran urin tersumbat. Lain dengan batu di saluran ginjal. Gejala batu muncul jika ukuran batu sudah lebih besar dari saluran ginjal sehingga aliran urin di ginjal tersumbat. Nyeri di pinggang menjalar ke perut bawah, kemaluan, dan paha sebelah dalam. Bisa juga disertai demam, mual sampai muntah, selain nyeri kepala.
Batu ureter membuat penderita merasakan nyeri kolik yang sangat dahsyat pada saat batu dari ginjal gagal melewati pipa ureter. Batu yang tersangkut di ureter menimbulkan luka bagai disilet. Ureter berdarah dan kencing berwarna merah air daging. Kebanyakan batu ureter spontan lolos keluar. Waktu kencing terasa ada yang mengganjal, mendadak nyeri hebat, lalu ada yang mencolot keluar, disusul dengan kencing berdarah. Besar batu umumnya sebiji kedelai.
Di ginjal, batu bisa terbentuk di jaringan, bisa juga di saluran. Batu di jaringan biasanya tanpa keluhan dan gejala. Pasien tenang-tenang saja walau ada batu di ginjalnya. Namun pada saat check-up, bisa jadi tahu-tahu batu di ginjal sudah seujung kelingking, tanpa keluhan atau gejala.
Untuk mencegah agar batu kemih tidak terbentuk, semua faktor pembentuk batu kemih, yang bawaan maupun akibat pola menu harian bersiko membentuk batu kemih, harus ditiadakan.
Selain itu biasakan pula hal-hal di bawah ini:
- Minum air putih sedikitnya 2,5 liter sehari, usahakan minum setiap menjelang tidur malam.
- Rajin kencing sebelum kebelet, sebab menahan kencing memberi peluang kristal batu yang sudah ada mengendap lebih lama di saluran kemih
- Yang punya riwayat pernah infeksi saluran kemih berulang, perlu periksa kemungkinan ada batu kemih lewat pemeriksaan urin
- Waspada jika sering anyang-anyangan, kencing pernah merah, sakit pinggang hilang timbul, mendadak sering kencing, kencing tersendat, atau kencing terasa nyeri. .:lizaherbal.com:.

Pariwisata

Indahnya Berpetualang di Potongan Surga Kawasan Timur Indonesia
Maluku Utara ternyata menyimpan kekayaan dan keelokan alam serta beragam tempat bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Obyek wisata di Provinsi Maluku Utara sangat beragam, seperti Wisata Alam, Bahari, Flora dan Fauna, Makanan Tradisional serta pantai-pantai yang cukup banyak dengan keunikan dan karateristik yang tak kalah menariknya dengan daerah lain. Sebut saja pantai Tagalaya, Dorume dan Dodola di Halmahera Utara yang bagaikan anak gadis baru tumbuh dewasa. Eksotis.
Selain objek tersebut, tak kalah menarik jika kita menyambangi situs-situs peninggalan sejarah Kerajaan Islam m serta budaya dan seni tradisional yang cukup banyak sehingga objek dan daya tarik parawisata tersebut bila dikembangkan dengan sistem promosi yang terpadu dan didukung dengan ketersediaan infrastruktur wilayah yang nantinya mempermudah akses bagi para wisatawan baik asing maupun lokal dengan demikian sektor ini pada saatnya dapat merupakan penyumbang pendapatan daerah.
Drs. H. Thaib Armayn, Gubernur Maluku Utara yang didampingi oleh Sekda Prop. Maluku Utara, Drs. H. Muhadjir Albaar Msi, Asisten II bidang Kesra dan Pembangunan Ir. H. Hartoyo Kaliman, dan Kepala BKPMD Prop Maluku Utara, H. Achmad Wahab Kasim SH. Msi. saat bersama-sama dengan penulis menyambangi hamparan pulau-pulau dgan pasir putih dan kejernihan airnya yang berwarna kebiruan di Maluku Utara pada awal Juli 2007 lalu, menggambarkan daerahnya ini bak sepotong surga di kawasan timar Indonesia. Hamparan pasir putih dengan air lautnya yang jernih berwarna kebiruan, menjadi pemandangan menakjubkan di hampir seluruh pulau-pulau di provinsi yang beribukota Ternate in
Saat singgah di pantai Domure, saya dihadapkan pada hamparan pasir putih yang sangat halus dan berkilauan oleh sorotan mentari timur Indonesia. Kilauan itu disebabkan karena pasir putih di Domure mengandung biji besi. Selain itu, saya juga menyaksikan ombak laut yang besar di Domure, sehingga bagi anda yang senang surfing, bisa datang ke pantai Domure di Halmahera Utara khususnya pada bulan Desember untuk dapat menikmati sapuan gelombang besar bersama papan surfing anda.
Selain hamparan pantai berpasir putih, Maluku Utara juga memiliki beberapa telaga yang menawarkan keindahan panorama alam natural. Salah satunya danau Duma. Begitu menginjakkan kaki di tepian danau ini, saya melihat air yang begitu tenang dan jernih sehingga cocok untuk berenang, memancing atau pun mendayung. Tak selesai di sini, saat saya beserta rombongan menyambangi Telaga Biru, demikian sebutan yang diberikan penduduk sekitarnya, saya sekali lagi melihat air yang sangat jernih dengan warna kebiruan. Di Telaga Biru ini, menurut legenda, jaman dahulu para bidadari dari khayangan sering mandi di telaga ini. Ada yang unik di Telaga Biru ini, saat mata saya melihat setiap dedaunan yang jatuh ke tengah telaga selalu hanyut ke tepian, sehingga air telaga tetap jernih dan bersih.
Buat anda yang gemar wisata bawah laut, anda harus datang ke pantai Tagalaya, Bobole dan Taman Laut tobotobo. Ketiga tempat ini konon sering digunakan para wisatawan untuk kegiatan menyelam. Di sini saya juga menjumpai beberapa wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan wisata bawah laut di Tgalaya. Saat saya memberanikan diri untuk ikutan menyelam (pertama kali), saya menyaksikan secara langsung keragaman biota laut yang asri di tambah dengan hamparan pasir putih dan panorama pon Bakau dengan merpati putih dan birunya.
Nah bagi anda yang suka menyaksikan secara langsung berbagai peninggalan sejarah perang dunia kedua, anda wajib datang ke daerah Kao dan Galela. Menurut sejarah, dahulu Kao merupakan basis pertahanan pasukan Jepang di kawasan Pasifik. Bekas peninggalan yang masih ada seperti empat meriam antik, dua bunker, landasan pesawat terbang, dan tiga kapal laut. Sedangkan di desa Pule kecamatan Galela juga dapat menemukan peninggalan perang dunia kedua antara lain dua meriam dan juga landasan pesawat. Di desa Samuda kecamatan Galela Barat, anda dapat melihat sebuah bunker peninggalan Jepang yang masih berdiri tuh.
Masih ada banyak lagi tempat-tempat menakjubkan yang bakalan memacu decak kagum kita setiap kali melewati atau singgah di pulau-pulau di Maluku Utara ini. Anda tentu pernah mendengar tentang Morotai. Nah, untuk sampai ke Morotai, jika terbang dari Jakarta diperlukan waktu sekitar tujuh jam. Setelah transit di Makasar, anda akan singgah terlebih dahulu di Ternate, ibukota provinsi Maluku Utara. Jika kesulitan melanjutkan perjalanan Ternate – Morotai dengan pesawat terbang, tersdia jalur darat yang kemudian dilanjutkan dengan speedboat melewati Selat Morotai. Sekilas, perjalanan ini akan sangat melelahkan. Tapi anda tak perlu khawatir mengingat keindahan alam yang bertebaran di antero Maluku Utara, kelelahan itu dengan mudah terbayarkan. Sampai di Morotai, anda akan melihat langsung lapangan terbang dengan tujuh run way sebagai peninggalan sejarah dan saat ini hanya satu run way dibangun.
Nah, di sekitar 24 kilometer selatan Daruba, kota kecamatan di Morotai Selatan, anda bakal sampai di Pulau Sumsum, salah satu areal tempat tinggal McArthur saat berada dalam situasi genting. Di dekat dermaga kayu pulau ini terlihat sisa ponton-ponton Sekutu, walaupun sudah mengalami kerusakan akibat perjalanan waktu pemandangan ini menjadi begitu beda dan unik. Terlebih saat saya berjalam beberapa kilometer masuk ke pedalaman pulau, ada sebuah gua yang konon disediakan sebagai tempat persembunyian McArthur.
Tak jauh dari situ, terdapat Pulau Dodola dengan air laut yang jernih memamerkan padang rumput laut dan karang-karang elok yang bisa membuat para pendatang jadi malas pulang. Dodola terdiri dari dua daratan yang dihubungkan dan dikelilingi hamparan pasir putih. Ketika air laut pasang, pulau ini tampak terbagi dua menjadi Dodola Kecil dan Dodola Besar. Ketika surut, pasir putih menjadi "jembatan" indah yang membelah dua perairan.
Saat decak saja terasa tak cukup untuk mengagumi pesona Dodola, salah seorang dari rombongan mengatakan bahwa Dodola merupakan "tempat McArhur berekreasi". Situasi berubah jadi janggal. Seperti janggalnya membayangkan sumber mata air di Morotai, yang kini disebut Air Kaca karena kejernihannya, sebagai "tempat mandi McArthur".
Berakhirnya tulisan ini, bukan berarti habisnya tujuan wisata yang bisa ditemui di Maluku Utara. Ada puluhan lokasi lainnya yang tetap memikat, lengkap dengan jenis-jenis kesenian tradisional yang relatif terpelihara. Saat waktu terasa bergulir begitu cepat di Morotai dan dan tak terasa sudah tiga hari saya di Maluku Utara, banyak hal yang selama ini tak pernah saya temui di tempat lain. Bukan hanya keelokan panorama alam, wisata sejarah mau pun panjangnya perjalanan mengitari Maluku Utara melainkan betapa tiga hari itu tak cukup untuk menyambangi setiap pesona surga di kawasan timur Indonesia ini.
Anda tertarik! Silakan rencanakan perjalanan anda menyibak keelokan alam nusantara dan di Maluku Utara keamanan, kenyamanan serta kedatangan anda akan menjadi prioritas utama. Maluku Utara bukanlah Ambon seperti yang anda lihat ditayangan-tayangan televisi. Menyambangi Maluku Utara, saya seperti menyambangi sebuah surga di kawasan timur Indonesia.
*Anggota Konsorsium Wartawan Kebudayaan (KWK) Nusantara