Info

  1. Informasi Tanaman Hias

    www.cactuslembang.com
    Kaktus, Sukulen, Sanseviera,Anggrek
    Melayani pengiriman paket

Minggu, 24 Juli 2011

Faces of Bali - Bedugul Garden

Located on a high plateau at the center of Bali island. Cool air and mists are natural for the place. It’s a center of horticultural farming. you’ll find plenty of fruits and vegetables here.

There are 3 lakes around Bedugul, Bratan, Buyan, and Tamblingan. Bratan, the largest of the three is perfect place for water sport activities such as para sailing, motor boating, jet skiing, water skiing, canoeing, etc.

Lake Buyan and Tamblingan are more quiet and tranquil. People only canoeing and fishing here. Lake Tamblingan is even more remote than the two. We can reach the lake only through unpaved road, so people usually come here on foot.

Bedugul fertile soil also produced abundance of plants and trees, some of them formed rain forests with their exotic birds, monkeys, and other creatures.

Perhaps, Bedugul is the last remaining tropical forest of the island. The Eka Karya botanical garden has 650 species of trees and unique collection of ferns and orchids. This is favourite place of Balinese in enjoying their holiday. This is another place to retreat from the heat of the coast, to fish, or to wander through the lovely botanical gardens. As Kintamani is to Bangli, so is Bedugul became one of Tabanan’s main points of interest. This crisp mountain town boasts three crater lakes, which are hemmed by untamed jungle and patchworks of market gardens, and the tepid water of which sends a mist into the icy air above the surface.

Source: fortunatur.com
Tags: Culture, birds, boating, forest, garden, lake, fish, island, Farming, cool, high, Bali, faces, fruits, exotic, foot, Horticultural, center, here, canoeing, find, activities, botanical, formed, also, around, come, even, abundance, Fertile, Bedugul, Bratan, Buyan
Photo Properties
NP! ID: 1216955
Title: Faces of Bali - Bedugul Garden
File Size: 700 × 394 – 73.93 KB

Created: Sun, 06/22/2008 - 10:58pm
Modified: Sun, 06/22/2008 - 10:59pm

File Type: image (jpeg)
Licence: None (All rights reserved)
Comments (0)
This photo was created over 3 months ago, the comment thread is now closed.
Get Published!
I want to write somethingI've got photos and video
Tell me how to get published
olasnavigator Author
olasnavigator
Kuta, Bali, Indonesia

[get olasnavigator's RSS feed]
[send a message to olasnavigator]
[Sign in to add olasnavigator as a favorite]

See olasnavigator's recent stories
NowPublic on Facebook

Continue reading at NowPublic.com: Faces of Bali - Bedugul Garden | NowPublic Photo Archives http://www.nowpublic.com/culture/faces-bali-bedugul-garden-0#ixzz1RJRAWtlZ


Contact
Blog
FAQ
Media Inquiries
Examiner.com
Copyright
Privacy
Terms of Use
Code of Conduct
Jobs


Continue reading at NowPublic.com: Faces of Bali - Bedugul Garden | NowPublic Photo Archives http://www.nowpublic.com/culture/faces-bali-bedugul-garden-0#ixzz1RJREZMr4

Jumat, 15 Juli 2011

Mengatasi Dormansi Pada Caladium

Mengatasi Dormansi Pada Caladium
Ditulis oleh Newsroom
Rabu, 02 Januari 2008 09:22
Caladium atau keladi hias merupakan salah satu kerabat philodendron dan alokasia yang memiliki variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daun yang sangat beragam. Di sinilah letak daya tarik caladium.

Meskipun demikian, sayangnya tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan, dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan atau ketika cara perawatannya salah, caladium tidak akan mengeluarkan tunas dan berhenti tumbuh sementara (dormansi).

Dormansi merupakan salah satu cara bagi caladium untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Untuk caladium yang dipelihara, dormansi bisa muncul pada musim kemarau atau saat kekurangan air siraman. Tak hanya itu, media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu dormansi.

Saat dormansi, masih banyak hobiis tanaman hias yang mengira bahwa caladium yang dimilikinya telah mati, padahal tidak. Bagi para breeder tanaman hias, keadaan dormansi sering dimanfaatkan untuk melakukan perbanyakan tanaman atau merawat umbinya agar pada periode pertumbuhan berikutnya memunculkan daun dengan jumlah yang lebih banyak.

Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, sebelum masa dormansi terjadi, umbi caladium juga bermanfaat sebagai "gudang" penimbun cadangan makanan yang akan digunakan untuk melakukan pertumbuhan saat masa dormansi tiba.

Itu sebabnya, semakin besar ukuran umbi semakin lama juga waktu dormansinya. Keadaan inilah yang harus diatasi. Pasalnya, jumlah cadangan makanan yang ada di dalam umbi sangat terbatas sehingga dikhawatirkan caladium akan mati jika terlalu lama dormansi.

Nah, jika Anda memiliki caladium yang akan mengalami dormansi, jangan khawatir karena sebenarnya masa dormansi ini bisa dipercepat. berikut ini adalah caranya:

Umbi caladium dikeluarkan dari media tanam, ditaruh di dalam wadah yang kering dan bersih kemudian diletakkan di tempat yang teduh dan sejuk. Biarkan umbi sampai tumbuh tunas. Namun, tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Pemotongan tunas ini akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam kembali. Biasanya sekitar dua minggu kemudian sudah tumbuh tunas baru yang muncul ke atas permukaan media tanam.
Umbi cadangan dikeluarkan dari media tanam, lalu direndam di dalam larutan hormon penumbuh seperti Happy Gro. Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan tujuan merangsang pertumbuhan tunas. Setelah itu umbi dapat ditanam kembali dan sisa larutan hormon dapat disiramkan ke media tanam. Usahakan media tanam selalu dalam keadaan lembap. Untuk itu pot dapat disungkup dengan plastik transparan, lalu diletakkan di tempat yang teduh, sejuk, dan agak gelap. Satu sampai dua minggu kemudian biasanya sudah tumbuh tunas yang muncul ke atas permukaan media tanam.

Mengatasi masalah dormansi pada caladium ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pesona caladium Anda yang ditulis oleh Nurheti Yuliarti dalam buku Caladium; Pesona Sang Sayap Bidadari.

Melalui buku yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka ini, Anda juga dapat menemukan berbagai informasi seputar cara merawat, mananam, memperbanyak, dan mempercantik penampilan caladium.
< Sebelumnya Berikutnya >


RALAT BUKU:

Pembaca yang terhormat,

Redaksi AgroMedia memohon maaf atas kesalahan yang terjadi pada buku “Memilih & Merawat Kura-kura, Ular, & Gecko”. Pada halaman 83, tercantum foto dengan keterangan Chinese King Snake. Seharusnya, Tropidolaemus wagleri (Ular Berbisa) dan foto tidak dimuat di halaman tersebut.

Terima kasih
Redaksi AgroMedia

AgromediaGroup | WahyuMedia | GagasMedia | TransMedia | QultumMedia | MediaKita | KawanPustaka | IndonesiaTera | Bukune | VisiMediaDeMedia | TanggaPustaka | RuangKata | Gradien | CMedia | CikalAksara | LinguaKata | AnakKita | DistributorAgromedia | DistributorTransmedia | KawahMedia | BukuKita | BukuSeru | SukaBuku | BukaBuku |

© 2010 - AgroMedia Pustaka
Situs web ini dikembangkan dan dikelola oleh WebContent Kelompok AgroMedia