Memetik Kepuasan Bersama Aeroponik
BANYAK media nontanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman. Selain hidroponik dan akuariumponik, budidaya tanaman -khususnya sayuran- juga bisa dilakukan melalui aeroponik. Kita bisa membuatnya dengan konstruksi sederhana, mudah, dan murah.
Konstruksi sederhana ini cocok untuk penggemar tanaman berhalaman sempit. Biaya pembuatannya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Anda bisa membuat aeroponik di beranda rumah, teras samping atau belakang rumah.
Bahan-bahan yang digunakan adalah papan styrofoam setebal 2 cm (ukuran 1 x 1 m2), kayu ring, plastik hitam tebal (terpal), selang PE diameter 16/19, dua buah nozel, serta sebuah pompa dan bak penampung.
Cara pembuatannya, papan styrofoam diberi lubang-lubang tanam berbentuk kerucut. Hal ini dimaksudkan agar rockwool media semai benih tidak amblas ke bawah lubang. Ukuran lubang sekitar 3 cm di permukaan, dan 1,5 cm di sebelah bawah. Usahakan jarak antarlubang sekitar 15 cm.
Papan styrofoam ditempatkan di atas wadah ukuran 1 x 1 m2. Beberapa bahan wadah antara lain kaca, styrofoam, atau papan kayu. Sekilas bentuknya seperti meja, dengan tinggi sekitar 1 meter.
Nah, di bawah styrofoam dipasang selang PE. Posisi selang horizontal, dengan jarak 30 cm di bawah styrofoam. Untuk menggantungkan selang, kita bisa menggunakan kawat. Pada selang melintang dipasang dua buah nozel berjarak 70 cm. Dengan demikian, posisi setiap nozel adalah 15 cm dari tepi styrofoam. Beberapa jenis nozel yang sering digunakan yaitu model sprayjet JSF-12 atau full cone nozel.
Bak Nutrisi
Selang dihubungkan ke pompa bertenaga 100 Watt pada bak nutrisi, yaitu bak berisi cairan pengganti pupuk. Bak nutrisi bisa dibuat dari ember berkapasitas 50 liter, yang ditempatkan tepat di bawah styrofoam. Hal ini guna menjamin debit air semprotan tetap tinggi, yaitu 0,83 - 1,5 liter / detik.
Setelah semua instalasi pengairan dirakit, lembaran terpal atau plastik setebal 130 mikron dipasang di sekeliling meja. Plastik/terpal menjamin semprotan air tidak terbuang percuma, tetapi masuk kembali ke dalam bak nutrisi.
Agar air tak menggenang di permukaan plastik, usahakan plastik dibuat membentuk corong ke bawah dengan kemiringan 30-45 derajat. Sisi atas plastik dipaku pada kayu ring di sisi styrofoam, dan ujung bawahnya dipasangi corong. Selanjutnya, ujung corong dipasangi pipa paralon 0,5 inci atau selang PE yang langsung berhubungan dengan bak nurrisi.
Pada aeroponik sederhana, pompa dicelupkan di dasar bak nutrisi. Dengan menggunakan selang PE, nutrisi tanaman (pengganti pupuk) didistri-busikan dan disemprotkan merata ke seluruh akar tanaman secara periodik.
Nutrisi yang tak tertangkap akar akan masuk kembali ke dalam bak. Proses itu bisa berjalan berulang-ulang, serta otomatis, dengan bantuan timer. Mesin pengatur waktu itu menggerakkan pompa dengan interval tertentu, misalnya penyemprotan selama satu detik dan istirahat selama dua menit. Instalasi dan konstruksi aeroponik skala rumahan ini cukup sederhana. Bak nutrisinya bisa dipasang di bawah styrofoam, tempat tanaman berada.
Untuk penanaman, mula-mula benih disemaikan di media rockwool. Setelah tumbuh, bibit dan rockwool ditanam di lubang tanam yang telah disiapkan. Selanjutnya nutrisi AB-mix ditampung di bak nutrisi.
Nurrisi dari bak nutrisi selanjutnya dipompakan untuk menyiram perakaran tanaman secara kontinyu. Lakukan pemeriksaan nutrisi setiap 2-3 hari sekali.
Kalau berkurang, cairan harus segera ditambah. Begitu seterusnya, hingga Anda siap memanen sayuran di beranda rumah, dan memetik kepuasan bersama aeroponik. (Dian Kusumaningrum-32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar