Meminimalkan Efek Bahan Kimia
Belakangan ini kegandrungan orang akan obat-obatan alami semakin marak. Sebabnya apalagi kalau bukan semakin menipisnya kepercayaan akan obat-obatan konvensional berbahan kimia yan ternyata banyak menimbulkan efek samping. Berikut penuturan dari Dr Hermanda dari Klinik Sentra Hollistik berkaitan dengan masalah ini.
Kembalinya orang kepada pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan dari apotik hidup merupakan hikmah dari back to basic. Yang lebih menekankan pada tindakan pencegahan dari suatu penyakit. Selama ini tindakan pengobatan dilakukan oleh terapi kedokteran konvensional atau pengobatan dengan cara modern. Kali ini secara provokatif ada pengobatan menunjang yang merupakan tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit. Yang namanya dengan sistem hollistik dan integratif. Salah satunya dengan menggunakan bahan phytofarmaka yang dikembangkan dari bahan-bahan natural yang gunanya mendekati fungsi terapi.
Selama ini sudah ada badan yang bekerjasama dengan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan), namanya Kedokteran Komplementari dan Alternatif di Indonesia. Sudah ada kesepakatan di atas kertas melakukan riset dengan bahan-bahan untuk terapi. Tidak hanya dari tumbuh-tumbuhan saja, tapi juga dari meniran (daun saga) yang sudah mulai dipakai oleh para pabrik obat. Ada empat jenis tanaman obat lain.
Penyakit yang diobati dengan menggunakan bahan alami ini tak beda jauh dengan penyakit degeneratif lain, seperti jantung, ginjal dan lainnya. Terutama untuk meminimalkan efek samping obat yang berasal dari proses kimiawi.
Mengenai kenapa dunia medis kita baru sedikit meneliti pengobatan dengan bahan alami ini dibanding Cina, ini karena faktor usia pengobatan alami di sini. Pepatah, belajarlah sampai ke negeri Cina itu ada benarnya. Bahkan di AS sudah mulai dibuka fakultas yang mempelajari pengobatan secara oriental. Di sini pun sudah mulai dibentuk Perkumpulan Kedokteran Komplementari dan Alternatif Indonesia (PKKAI) atau istilah asingnya Indonesian Asociation of Complementary & Alternative Mobile. Yang jelas Badan POM mulai merintis dan memberi fasilitas pengadaan riset serta akomodasi untuk hal ini.
Selama ini pasien yang datang ke klinik saya, Klinik Sentra Hollistik, berasal dari kalangan lapisan tertentu yang sudah jenuh dengan terapi pengobatan konvensional, terutama bagi mereka yang mengalami efek samping dari pengobatan itu. Namun, kembali lagi kepada kecenderungan setiap orang yang baru berobat ketika sakit, seharusnya diawali dengan tindakan pencegahan. Makanya dalam waktu ke depan saya akan mengembangkan konsep Rumah Sehat di klinik yang sudah berusia 4 tahun ini. evieta
Info
Informasi Tanaman Hias
www.cactuslembang.comKaktus, Sukulen, Sanseviera,AnggrekAnda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
Melayani pengiriman paket
Rabu, 18 Februari 2009
objek wisata Situ Bagendit
Mengunjungi objek wisata Situ Bagendit bukanlah hal yang sulit. Jalan aspal mulus semenjak dari kota Garut memungkin segala macam jenis kendaran bisa digunakan untuk menuju kesana. Nama Situ Bagendit sendiri bersal dari legenda rakyat setempat. Situ artinya danau kecil, sedangkan Bagendit diambil dari nama Nyai Endit. Nyai Endit adalah seorang janda kaya raya, tamak, serakah, dan sok kuasa di desanya. Karena ketamakannya, suatu hari seorang pengemis tua memberinya pelajaran. Akibatnya rumah dan segala harta kekayaan Nyai Endit hanyut oleh air.
[navigasi.net] Danau - Situ Bagendit
Rakit dari bambu yang siap mengantar pengunjung melintasi danau
Objek wisata ini memiliki potensi pemandangan alam yang cukup menarik, sebuah danau besar dengan latar belakang gunung yang menjulang tinggi terlimuti awan di bagian atasnya nampak indah dipandang mata. Beberapa rakit terbuat dari bambu dengan atap dan tempat duduknya yang berwarna-warni, siap mengantar pengunjung untuk mengarungi danau. Tidak hanya rakit, perahu kecil berbentuk angsa dan kano juga disediakan bagi mereka yang ingin lebih privasi dalam menikmati perjalanan melintasi danau. Sekumpulan bunga teratai tampak bermekaran disalah satu sudut danau.
Sementara di tepi danau sendiri, tampak beberapa pengunjung asik melemparkan kail, berharap mendapatkan ikan. Sekelompok pengunjung asik berteduh dibawah pepohonan rindang sambil menggelar tikar dan menyantap bekal. Sebuah kereta api mini juga tersedia sebagai salah satu bentuk lain dari hiburan yang ada. Sayangnya, jalur yang dilewati tidaklah jauh dan kurang menarik, karena hanya berputar-putar dalam jarak yang pendek dan memutari tempat yang dipenuhi oleh pengunjung dan penjaja/pedagang kaki-lima. Kemana saja kereta itu berputar masih bisa dilihat dari berbagai tempat, suatu bukti bahwa pemandangan yang ditawarkan saat menaiki kereta api tersebut nggak jauh beda dari orang yang hanya sekedar duduk atau berdiri dilokasi tersebut. Seandainya rute yang dilalui kereta api tersebut lebih jauh lagi, katakanlah memutari Situ Bagendit atau cukup separuhnya saja tentulah akan lebih menarik lagi untuk dicoba.
[navigasi.net] Danau - Situ Bagendit
Kereta api mini yang beroperasi di tepi danau. Sayang rute perjalanannya pendek dan melintasi area yang kurang menarik
Sebuah kolam renang yang ada di pinggir Situ Bagendit juga tidak berfungsi lagi dengan baik. Warna air yang ada didalam kolam tersebut sudah berubah menjadi coklat. Kabarnya air dari kolam renang tersebut tercampur dengan rembesan air yang berasal dari Situbagendit, suatu hal yang tak perlu terjadi jika perencanaan dan pembangunan kolam tersebut telah dilakukan dengan baik. Saat saya berkunjung ke Situ Bagendit awal Januari 2005, kolam renang itu sudah ditutup untuk umum. hal yang sangat disayangkan mengingat anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan objek wisata Situ Bagendit mencapai 700 juta*.
Tentunya penanganan yang lebih serius dalam mengelola objek wisata ini akan mampu menyedot jumlah pengunjung yang lebih banyak lagi. Karena bagaimanapun juga secara natural Situ Bagendit memang berpotensi dan menarik sekali untuk dikunjungi, terelbih diwaktu matahari terbit/tenggelam, nampaknya akan mampu memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjungnya.
*sumber: Pikiran Rakyat
[navigasi.net] Danau - Situ Bagendit
Rakit dari bambu yang siap mengantar pengunjung melintasi danau
Objek wisata ini memiliki potensi pemandangan alam yang cukup menarik, sebuah danau besar dengan latar belakang gunung yang menjulang tinggi terlimuti awan di bagian atasnya nampak indah dipandang mata. Beberapa rakit terbuat dari bambu dengan atap dan tempat duduknya yang berwarna-warni, siap mengantar pengunjung untuk mengarungi danau. Tidak hanya rakit, perahu kecil berbentuk angsa dan kano juga disediakan bagi mereka yang ingin lebih privasi dalam menikmati perjalanan melintasi danau. Sekumpulan bunga teratai tampak bermekaran disalah satu sudut danau.
Sementara di tepi danau sendiri, tampak beberapa pengunjung asik melemparkan kail, berharap mendapatkan ikan. Sekelompok pengunjung asik berteduh dibawah pepohonan rindang sambil menggelar tikar dan menyantap bekal. Sebuah kereta api mini juga tersedia sebagai salah satu bentuk lain dari hiburan yang ada. Sayangnya, jalur yang dilewati tidaklah jauh dan kurang menarik, karena hanya berputar-putar dalam jarak yang pendek dan memutari tempat yang dipenuhi oleh pengunjung dan penjaja/pedagang kaki-lima. Kemana saja kereta itu berputar masih bisa dilihat dari berbagai tempat, suatu bukti bahwa pemandangan yang ditawarkan saat menaiki kereta api tersebut nggak jauh beda dari orang yang hanya sekedar duduk atau berdiri dilokasi tersebut. Seandainya rute yang dilalui kereta api tersebut lebih jauh lagi, katakanlah memutari Situ Bagendit atau cukup separuhnya saja tentulah akan lebih menarik lagi untuk dicoba.
[navigasi.net] Danau - Situ Bagendit
Kereta api mini yang beroperasi di tepi danau. Sayang rute perjalanannya pendek dan melintasi area yang kurang menarik
Sebuah kolam renang yang ada di pinggir Situ Bagendit juga tidak berfungsi lagi dengan baik. Warna air yang ada didalam kolam tersebut sudah berubah menjadi coklat. Kabarnya air dari kolam renang tersebut tercampur dengan rembesan air yang berasal dari Situbagendit, suatu hal yang tak perlu terjadi jika perencanaan dan pembangunan kolam tersebut telah dilakukan dengan baik. Saat saya berkunjung ke Situ Bagendit awal Januari 2005, kolam renang itu sudah ditutup untuk umum. hal yang sangat disayangkan mengingat anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan objek wisata Situ Bagendit mencapai 700 juta*.
Tentunya penanganan yang lebih serius dalam mengelola objek wisata ini akan mampu menyedot jumlah pengunjung yang lebih banyak lagi. Karena bagaimanapun juga secara natural Situ Bagendit memang berpotensi dan menarik sekali untuk dikunjungi, terelbih diwaktu matahari terbit/tenggelam, nampaknya akan mampu memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjungnya.
*sumber: Pikiran Rakyat
మార్కెట్
The origin of folk 5 day market
Traditional marketplaces open for a day in every 5 days. It is a fixed periodic urban event for place of the direct exchanging of products by farmers and artisans at a regular time and place.
The 5-day market appeared in the Joseon Dynasty. It was established in the southern region during the end of 15th century called Jangsi (equivalent of current market). The numbers increased through the Imjinwaeran (Japanese invasion of Korea in 1592), and by the end of the 17th century, most markets used the 5-day system. The nationwide market system was unified as a 5-day market held 6 times per month.
The 5-day market is open alternately on different dates in 3 places or 4 to 5 places maximum in Gun regions. Therefore, residents had opportunity shop more than 18 times a month. The 5-day market acted as a permanent market place for the people in the region. The formation of the 5-day market system indicates the creation of market region of regular exchanges within Gun regions.
These 5-day markets continued to maintain their tradition through to the end of the 20th century. However, pushed aside by urbanization and industrialization, they now exist mostly in name only.
Folk market of Gyeonggi Province
Name Opening Date Region
Yangpyeong Folk Market Every 3rd, 8th, 13th, 18th, 23rd , 28th of Month Yangpyeong
Yongmun Folk Market Every 5th, 10th, 15th, 20th, 30th of Month Yangpyeong
Yangsuri Folk Market Every 1st, 6th, 11th, 21st, 26th of Month Yangpyeong
Gapyeong Folk Market 5th, 10th of Month Gapyeong
Moran Folk Market 4th, 9th, 14th, 24th, 29th of Month
(5 day market) Seongnam
Joam Folk Market 4th, 9th of Month Hwaseong
Osan Folk Market 3rd, 8th of Month Osan
Icheon Folk Market 2nd, 7th of Month Icheon
Yeoju Folk Market 5th, 10th of Month Yeoju
Janghowon Folk Market 4th, 9th of Month Icheon
Traditional marketplaces open for a day in every 5 days. It is a fixed periodic urban event for place of the direct exchanging of products by farmers and artisans at a regular time and place.
The 5-day market appeared in the Joseon Dynasty. It was established in the southern region during the end of 15th century called Jangsi (equivalent of current market). The numbers increased through the Imjinwaeran (Japanese invasion of Korea in 1592), and by the end of the 17th century, most markets used the 5-day system. The nationwide market system was unified as a 5-day market held 6 times per month.
The 5-day market is open alternately on different dates in 3 places or 4 to 5 places maximum in Gun regions. Therefore, residents had opportunity shop more than 18 times a month. The 5-day market acted as a permanent market place for the people in the region. The formation of the 5-day market system indicates the creation of market region of regular exchanges within Gun regions.
These 5-day markets continued to maintain their tradition through to the end of the 20th century. However, pushed aside by urbanization and industrialization, they now exist mostly in name only.
Folk market of Gyeonggi Province
Name Opening Date Region
Yangpyeong Folk Market Every 3rd, 8th, 13th, 18th, 23rd , 28th of Month Yangpyeong
Yongmun Folk Market Every 5th, 10th, 15th, 20th, 30th of Month Yangpyeong
Yangsuri Folk Market Every 1st, 6th, 11th, 21st, 26th of Month Yangpyeong
Gapyeong Folk Market 5th, 10th of Month Gapyeong
Moran Folk Market 4th, 9th, 14th, 24th, 29th of Month
(5 day market) Seongnam
Joam Folk Market 4th, 9th of Month Hwaseong
Osan Folk Market 3rd, 8th of Month Osan
Icheon Folk Market 2nd, 7th of Month Icheon
Yeoju Folk Market 5th, 10th of Month Yeoju
Janghowon Folk Market 4th, 9th of Month Icheon
Aeroponik
Memetik Kepuasan Bersama Aeroponik
BANYAK media nontanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman. Selain hidroponik dan akuariumponik, budidaya tanaman -khususnya sayuran- juga bisa dilakukan melalui aeroponik. Kita bisa membuatnya dengan konstruksi sederhana, mudah, dan murah.
Konstruksi sederhana ini cocok untuk penggemar tanaman berhalaman sempit. Biaya pembuatannya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Anda bisa membuat aeroponik di beranda rumah, teras samping atau belakang rumah.
Bahan-bahan yang digunakan adalah papan styrofoam setebal 2 cm (ukuran 1 x 1 m2), kayu ring, plastik hitam tebal (terpal), selang PE diameter 16/19, dua buah nozel, serta sebuah pompa dan bak penampung.
Cara pembuatannya, papan styrofoam diberi lubang-lubang tanam berbentuk kerucut. Hal ini dimaksudkan agar rockwool media semai benih tidak amblas ke bawah lubang. Ukuran lubang sekitar 3 cm di permukaan, dan 1,5 cm di sebelah bawah. Usahakan jarak antarlubang sekitar 15 cm.
Papan styrofoam ditempatkan di atas wadah ukuran 1 x 1 m2. Beberapa bahan wadah antara lain kaca, styrofoam, atau papan kayu. Sekilas bentuknya seperti meja, dengan tinggi sekitar 1 meter.
Nah, di bawah styrofoam dipasang selang PE. Posisi selang horizontal, dengan jarak 30 cm di bawah styrofoam. Untuk menggantungkan selang, kita bisa menggunakan kawat. Pada selang melintang dipasang dua buah nozel berjarak 70 cm. Dengan demikian, posisi setiap nozel adalah 15 cm dari tepi styrofoam. Beberapa jenis nozel yang sering digunakan yaitu model sprayjet JSF-12 atau full cone nozel.
Bak Nutrisi
Selang dihubungkan ke pompa bertenaga 100 Watt pada bak nutrisi, yaitu bak berisi cairan pengganti pupuk. Bak nutrisi bisa dibuat dari ember berkapasitas 50 liter, yang ditempatkan tepat di bawah styrofoam. Hal ini guna menjamin debit air semprotan tetap tinggi, yaitu 0,83 - 1,5 liter / detik.
Setelah semua instalasi pengairan dirakit, lembaran terpal atau plastik setebal 130 mikron dipasang di sekeliling meja. Plastik/terpal menjamin semprotan air tidak terbuang percuma, tetapi masuk kembali ke dalam bak nutrisi.
Agar air tak menggenang di permukaan plastik, usahakan plastik dibuat membentuk corong ke bawah dengan kemiringan 30-45 derajat. Sisi atas plastik dipaku pada kayu ring di sisi styrofoam, dan ujung bawahnya dipasangi corong. Selanjutnya, ujung corong dipasangi pipa paralon 0,5 inci atau selang PE yang langsung berhubungan dengan bak nurrisi.
Pada aeroponik sederhana, pompa dicelupkan di dasar bak nutrisi. Dengan menggunakan selang PE, nutrisi tanaman (pengganti pupuk) didistri-busikan dan disemprotkan merata ke seluruh akar tanaman secara periodik.
Nutrisi yang tak tertangkap akar akan masuk kembali ke dalam bak. Proses itu bisa berjalan berulang-ulang, serta otomatis, dengan bantuan timer. Mesin pengatur waktu itu menggerakkan pompa dengan interval tertentu, misalnya penyemprotan selama satu detik dan istirahat selama dua menit. Instalasi dan konstruksi aeroponik skala rumahan ini cukup sederhana. Bak nutrisinya bisa dipasang di bawah styrofoam, tempat tanaman berada.
Untuk penanaman, mula-mula benih disemaikan di media rockwool. Setelah tumbuh, bibit dan rockwool ditanam di lubang tanam yang telah disiapkan. Selanjutnya nutrisi AB-mix ditampung di bak nutrisi.
Nurrisi dari bak nutrisi selanjutnya dipompakan untuk menyiram perakaran tanaman secara kontinyu. Lakukan pemeriksaan nutrisi setiap 2-3 hari sekali.
Kalau berkurang, cairan harus segera ditambah. Begitu seterusnya, hingga Anda siap memanen sayuran di beranda rumah, dan memetik kepuasan bersama aeroponik. (Dian Kusumaningrum-32)
BANYAK media nontanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman. Selain hidroponik dan akuariumponik, budidaya tanaman -khususnya sayuran- juga bisa dilakukan melalui aeroponik. Kita bisa membuatnya dengan konstruksi sederhana, mudah, dan murah.
Konstruksi sederhana ini cocok untuk penggemar tanaman berhalaman sempit. Biaya pembuatannya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Anda bisa membuat aeroponik di beranda rumah, teras samping atau belakang rumah.
Bahan-bahan yang digunakan adalah papan styrofoam setebal 2 cm (ukuran 1 x 1 m2), kayu ring, plastik hitam tebal (terpal), selang PE diameter 16/19, dua buah nozel, serta sebuah pompa dan bak penampung.
Cara pembuatannya, papan styrofoam diberi lubang-lubang tanam berbentuk kerucut. Hal ini dimaksudkan agar rockwool media semai benih tidak amblas ke bawah lubang. Ukuran lubang sekitar 3 cm di permukaan, dan 1,5 cm di sebelah bawah. Usahakan jarak antarlubang sekitar 15 cm.
Papan styrofoam ditempatkan di atas wadah ukuran 1 x 1 m2. Beberapa bahan wadah antara lain kaca, styrofoam, atau papan kayu. Sekilas bentuknya seperti meja, dengan tinggi sekitar 1 meter.
Nah, di bawah styrofoam dipasang selang PE. Posisi selang horizontal, dengan jarak 30 cm di bawah styrofoam. Untuk menggantungkan selang, kita bisa menggunakan kawat. Pada selang melintang dipasang dua buah nozel berjarak 70 cm. Dengan demikian, posisi setiap nozel adalah 15 cm dari tepi styrofoam. Beberapa jenis nozel yang sering digunakan yaitu model sprayjet JSF-12 atau full cone nozel.
Bak Nutrisi
Selang dihubungkan ke pompa bertenaga 100 Watt pada bak nutrisi, yaitu bak berisi cairan pengganti pupuk. Bak nutrisi bisa dibuat dari ember berkapasitas 50 liter, yang ditempatkan tepat di bawah styrofoam. Hal ini guna menjamin debit air semprotan tetap tinggi, yaitu 0,83 - 1,5 liter / detik.
Setelah semua instalasi pengairan dirakit, lembaran terpal atau plastik setebal 130 mikron dipasang di sekeliling meja. Plastik/terpal menjamin semprotan air tidak terbuang percuma, tetapi masuk kembali ke dalam bak nutrisi.
Agar air tak menggenang di permukaan plastik, usahakan plastik dibuat membentuk corong ke bawah dengan kemiringan 30-45 derajat. Sisi atas plastik dipaku pada kayu ring di sisi styrofoam, dan ujung bawahnya dipasangi corong. Selanjutnya, ujung corong dipasangi pipa paralon 0,5 inci atau selang PE yang langsung berhubungan dengan bak nurrisi.
Pada aeroponik sederhana, pompa dicelupkan di dasar bak nutrisi. Dengan menggunakan selang PE, nutrisi tanaman (pengganti pupuk) didistri-busikan dan disemprotkan merata ke seluruh akar tanaman secara periodik.
Nutrisi yang tak tertangkap akar akan masuk kembali ke dalam bak. Proses itu bisa berjalan berulang-ulang, serta otomatis, dengan bantuan timer. Mesin pengatur waktu itu menggerakkan pompa dengan interval tertentu, misalnya penyemprotan selama satu detik dan istirahat selama dua menit. Instalasi dan konstruksi aeroponik skala rumahan ini cukup sederhana. Bak nutrisinya bisa dipasang di bawah styrofoam, tempat tanaman berada.
Untuk penanaman, mula-mula benih disemaikan di media rockwool. Setelah tumbuh, bibit dan rockwool ditanam di lubang tanam yang telah disiapkan. Selanjutnya nutrisi AB-mix ditampung di bak nutrisi.
Nurrisi dari bak nutrisi selanjutnya dipompakan untuk menyiram perakaran tanaman secara kontinyu. Lakukan pemeriksaan nutrisi setiap 2-3 hari sekali.
Kalau berkurang, cairan harus segera ditambah. Begitu seterusnya, hingga Anda siap memanen sayuran di beranda rumah, dan memetik kepuasan bersama aeroponik. (Dian Kusumaningrum-32)
తమను Cileungsi
Cileungsi, Kawasan Paling Berkembang
DALAM sebuah situs internet, seseorang menanyakan soal kegamangannya memilih rumah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jawabannya positif. Intinya: tak perlu takut lagi tinggal di Cileungsi.
"Kayaknya sih jauh dari Jakarta. Tapi lama-lama bakal biasa. Sekarang ini tak perlu takut tinggal di Cileungsi. Angkutan 24 jam. Ada juga feeder busway," kata seorang warga tempat tinggalnya di kawasan Cibubur yang menganggapnya masih sebagai kawasan Cileungsi.
Cileungsi dulu beda dengan sekarang. Cileungsi dulu identik dengan kawasan yang jauh dari keramaian. Hanya sebagai jalan alternatif dari Jakarta ke Bandung. Kalaupun ada Taman Buah Mekarsari, lokasi kawasan wisata itu seperti jauh berada di pelosok.
Tapi Cileungsi sekarang sudah berkembang pesat. Angkutan umum dari berbagai tempat sudah banyak yang mencapai kawasan ini, pasar tradisional pun berkembang pesat, dan jalan alternatif Cibubur-Cileungsi sebagai denyut utama kawasan ini berkembang makin ramai.
Di Cileungsi juga sudah berdiri rumah sakit besar yakni Rumah Sakit Mary. Fasilitas sekolah mulai sekolah dasar hingga sekolah lanjutan juga telah tersedia sejak lama. SPBU milik negeri jiran Petronas, selain milik Pertamina juga sudah berdiri di sini. Bahkan restoran cepat saji ternama McDonald's tak perlu lagi jauh-jauh dicari warga Cileungsi.
Nah, Taman Buah Mekarsari yang dulu identik milik keluarga Cendana pun sekarang sudah jauh berubah. Tempat wisata yang memiliki luas 264 hektar ini merupakan salah satu pusat pelestarian buah-buahan tropika terbesar di dunia. Selain menawarkan wisata alam, taman wisata ini juga menawarkan paket outbond dan pemancingan di danau yang dimilikinya. Hampir setiap hari, terutama pada akhir pekan dan hari libur, Taman Buah Mekarsari ramai pengunjung.
Daerah industri
Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Bogor Gunawan Kusumapriatna mengakui bahwa Cileungsi merupakan kawasan paling berkembang di Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut sangat berkembang karena merupakan daerah persinggungan antara Jakarta, Depok, Bekasi, Cianjur dan Krawang.
"Karena menjadi daerah persinggungan beberapa wilayah, denyut kehidupan di kawasan Cileungsi boleh dibilang tak pernah berhenti. Terlebih jika pelaksanaan jalan tol di kawasan itu terlaksana," kata Gunawan kepada Warta Kota.
Jalan tol yang dimaksud, lanjut Gunawan, akan melintasi kawasan Cengkareng, Depok, Cileungsi, dan Bekasi. "Tapi kami belum tahu kapan akan mulai dilaksanakan proyek jalan tol tersebut,'' ucap Gunawan.
Berkembangnya daerah Cileungsi, menurut Bambang, tak lepas dari banyaknya pabrik yang sudah lebih dulu berdiri. Kawasan Cileungsi yang terdiri dari 12 desa memang menjadi salah satu kawasan industri di Jabodetabek. "Sekarang selain sebagai kawasan Indutsri, Cileungsi telah menjadi kawasan perkotaan," ujar Gunawan.
Menurut Gunawan, sebagian besar perumahan yang berada di kawasan Cileungsi sudah memiliki izin dari Pemkab Bogor karena sesuai dengan site plan tata kota. Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antarawarga pendatang dan penduduk lokal, pihaknya telah meminta pihak pengembang membangun fasilitas sosial.
"Seperti pembangunan masjid yang berdekatan dengan pemukiman warga sekitar. Diharapkan masjid tersebut akan menjadi tempat berinteraksi antara warga pendatang dan penduduk sekitar perumahan," tuturnya.
Naik kelas
Berkembangnya kawasan Cileungsi berdampak langsung pada Perumahan Taman Cileungsi. Perumahan yang tadinya hanya menyediakan hunian rumah sederhana atau rumah bersubsidi itu kini juga membangun rumah kelas real estat.
"Itu memang tak bisa dipungkiri. Perumahan kami masih memiliki lahan yang luas. Masih banyak rumah yang akan kita kembangkan. Kami sekarang sedang membangun rumah real estat dengan sistem cluster," kata Ir Nitik Hening Muji Raharjo, General Manajer Pt Metropolitan Land, pengembang Perumahan Taman Cileungsi.
Sebanyak tiga sektor perumahan sudah dibangun di Taman Cileungsi yang berada di Jalan Raya Setu-Serang itu. Kini pengembang yang satu ini sedang membangun rumah di sektor keempat yang harganya sedikit lebih mahal. "Fasilitasnya tentu lebih bagus karena kelasnya juga meningkat," kata Nitik.
Perumahan Taman Cileungsi memiliki luas areal sekitar 200 hektar. Perumahan yang berdiri sejak tahun 2003 itu sudah membangun sekitar 2400 unit rumah dan sebagian besar sudah terisi. Untuk mencapai perumahan ini tidaklah sulit, selain melalui Jalan Tol Jagorawi keluar pintu tol Cibubur juga bisa melalui Pintu Tol Cibitung Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Tinggal di kawasan berkembang sangat banyak keuntungannya. Selain fasilitas publik lebih mudah, harga rumah yang sudah dibeli juga menjadi investasi yang menguntungkan," ungkat Nitik. Harga rumah di Cileungsi dipastikan tak akan turun sehingga menjadi salah satu investasi menguntungkan.
Kendaraan umum ke Cileungsi juga sudah banyak pilihan. Selain bus trans Cibubur, juga tersedia bus AC Cileungsi-Blok M, Cileungsi-Kalideres, dan Cileungsi-Senen. Sedang angkutan jarak dekat tersedia cukup banyak pula (lihat daftar angkutan umum). Jadi, tinggal di Cileungsi, mengapa tidak. (akn)
DALAM sebuah situs internet, seseorang menanyakan soal kegamangannya memilih rumah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jawabannya positif. Intinya: tak perlu takut lagi tinggal di Cileungsi.
"Kayaknya sih jauh dari Jakarta. Tapi lama-lama bakal biasa. Sekarang ini tak perlu takut tinggal di Cileungsi. Angkutan 24 jam. Ada juga feeder busway," kata seorang warga tempat tinggalnya di kawasan Cibubur yang menganggapnya masih sebagai kawasan Cileungsi.
Cileungsi dulu beda dengan sekarang. Cileungsi dulu identik dengan kawasan yang jauh dari keramaian. Hanya sebagai jalan alternatif dari Jakarta ke Bandung. Kalaupun ada Taman Buah Mekarsari, lokasi kawasan wisata itu seperti jauh berada di pelosok.
Tapi Cileungsi sekarang sudah berkembang pesat. Angkutan umum dari berbagai tempat sudah banyak yang mencapai kawasan ini, pasar tradisional pun berkembang pesat, dan jalan alternatif Cibubur-Cileungsi sebagai denyut utama kawasan ini berkembang makin ramai.
Di Cileungsi juga sudah berdiri rumah sakit besar yakni Rumah Sakit Mary. Fasilitas sekolah mulai sekolah dasar hingga sekolah lanjutan juga telah tersedia sejak lama. SPBU milik negeri jiran Petronas, selain milik Pertamina juga sudah berdiri di sini. Bahkan restoran cepat saji ternama McDonald's tak perlu lagi jauh-jauh dicari warga Cileungsi.
Nah, Taman Buah Mekarsari yang dulu identik milik keluarga Cendana pun sekarang sudah jauh berubah. Tempat wisata yang memiliki luas 264 hektar ini merupakan salah satu pusat pelestarian buah-buahan tropika terbesar di dunia. Selain menawarkan wisata alam, taman wisata ini juga menawarkan paket outbond dan pemancingan di danau yang dimilikinya. Hampir setiap hari, terutama pada akhir pekan dan hari libur, Taman Buah Mekarsari ramai pengunjung.
Daerah industri
Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Bogor Gunawan Kusumapriatna mengakui bahwa Cileungsi merupakan kawasan paling berkembang di Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut sangat berkembang karena merupakan daerah persinggungan antara Jakarta, Depok, Bekasi, Cianjur dan Krawang.
"Karena menjadi daerah persinggungan beberapa wilayah, denyut kehidupan di kawasan Cileungsi boleh dibilang tak pernah berhenti. Terlebih jika pelaksanaan jalan tol di kawasan itu terlaksana," kata Gunawan kepada Warta Kota.
Jalan tol yang dimaksud, lanjut Gunawan, akan melintasi kawasan Cengkareng, Depok, Cileungsi, dan Bekasi. "Tapi kami belum tahu kapan akan mulai dilaksanakan proyek jalan tol tersebut,'' ucap Gunawan.
Berkembangnya daerah Cileungsi, menurut Bambang, tak lepas dari banyaknya pabrik yang sudah lebih dulu berdiri. Kawasan Cileungsi yang terdiri dari 12 desa memang menjadi salah satu kawasan industri di Jabodetabek. "Sekarang selain sebagai kawasan Indutsri, Cileungsi telah menjadi kawasan perkotaan," ujar Gunawan.
Menurut Gunawan, sebagian besar perumahan yang berada di kawasan Cileungsi sudah memiliki izin dari Pemkab Bogor karena sesuai dengan site plan tata kota. Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antarawarga pendatang dan penduduk lokal, pihaknya telah meminta pihak pengembang membangun fasilitas sosial.
"Seperti pembangunan masjid yang berdekatan dengan pemukiman warga sekitar. Diharapkan masjid tersebut akan menjadi tempat berinteraksi antara warga pendatang dan penduduk sekitar perumahan," tuturnya.
Naik kelas
Berkembangnya kawasan Cileungsi berdampak langsung pada Perumahan Taman Cileungsi. Perumahan yang tadinya hanya menyediakan hunian rumah sederhana atau rumah bersubsidi itu kini juga membangun rumah kelas real estat.
"Itu memang tak bisa dipungkiri. Perumahan kami masih memiliki lahan yang luas. Masih banyak rumah yang akan kita kembangkan. Kami sekarang sedang membangun rumah real estat dengan sistem cluster," kata Ir Nitik Hening Muji Raharjo, General Manajer Pt Metropolitan Land, pengembang Perumahan Taman Cileungsi.
Sebanyak tiga sektor perumahan sudah dibangun di Taman Cileungsi yang berada di Jalan Raya Setu-Serang itu. Kini pengembang yang satu ini sedang membangun rumah di sektor keempat yang harganya sedikit lebih mahal. "Fasilitasnya tentu lebih bagus karena kelasnya juga meningkat," kata Nitik.
Perumahan Taman Cileungsi memiliki luas areal sekitar 200 hektar. Perumahan yang berdiri sejak tahun 2003 itu sudah membangun sekitar 2400 unit rumah dan sebagian besar sudah terisi. Untuk mencapai perumahan ini tidaklah sulit, selain melalui Jalan Tol Jagorawi keluar pintu tol Cibubur juga bisa melalui Pintu Tol Cibitung Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Tinggal di kawasan berkembang sangat banyak keuntungannya. Selain fasilitas publik lebih mudah, harga rumah yang sudah dibeli juga menjadi investasi yang menguntungkan," ungkat Nitik. Harga rumah di Cileungsi dipastikan tak akan turun sehingga menjadi salah satu investasi menguntungkan.
Kendaraan umum ke Cileungsi juga sudah banyak pilihan. Selain bus trans Cibubur, juga tersedia bus AC Cileungsi-Blok M, Cileungsi-Kalideres, dan Cileungsi-Senen. Sedang angkutan jarak dekat tersedia cukup banyak pula (lihat daftar angkutan umum). Jadi, tinggal di Cileungsi, mengapa tidak. (akn)
Langganan:
Komentar (Atom)